PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA CLUWUK KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG
DALAM PENGOLAHAN UBI UNGU ( Ipomoea batatas
Poir) MENJADI
BISKUIT BETA KAROTEN DAN SIRUP KAYA VITAMIN A
Usulan Program
Kreativitas Mahasiswa
Judul Program
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
CLUWUK KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG DALAM PENGOLAHAN UBI UNGU ( Ipomoea
batatas Poir) MENJADI BISKUIT BETA KAROTEN DAN SIRUP KAYA
VITAMIN A
Bidang Kegiatan
PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)
Diusulkan Oleh :
Ismawati (10120207 / 2010)
Lutfi
Qudsiyah (08320357 / 2008)
Miftakhul Novita (08320360
/ 2008)
Siti
Asmaul Khusna (06310393 /
2006)
INSTITUT
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI SEMARANG
KOTA SEMARANG
2011

FORMAT
HALAMAN PENGESAHAN USULAN PROGRAM
KREATIVITAS MAHASISWA
1.
Judul
Kegiatan : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CLUWUK KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG DALAM PENGOLAHAN UBI
UNGU (Ipomoea batatas Poir) MENJADI
BISKUIT BETA KAROTEN DAN SIRUP KAYA VITAMIN A
2.
Bidang
Kegiatan : PKMM
3.
Bidang Ilmu : Sosial Ekonomi
4.
Ketua
Pelaksana Kegiatan :
a.
Nama Lengkap : Ismawati
b.
NPM : 10120207
c.
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
d.
Institut : IKIP PGRI Semarang
e.
Alamat Rumah
dan No. Hp : Desa Cluwuk Rt/Rw: 03/01, Kec. Tulis, Kab. Batang
f.
Alamat E-mail : ieztma_mia6@yahoo.com
5.
Anggota
Pelaksana Kegiatan : 4 orang
6.
Dosen
Pendamping
a.
Nama Lengkap
dan Gelar : Aryo Andri Nugroho, S. Si., M. Pd.
b.
NPP : 118401334
c.
Alamat Rumah
dan No. Hp : Jalan Raya Bulakamba, no. 171, Semarang / 085640304437
7.
Biaya
Kegiatan Total
a.
DIKTI : Rp
6.635.000,-
b.
Sumber lain : -
8.
Jangka Waktu
Pelaksanaan : 4 bulan
Semarang
, 7 Oktober 2011
Mengetahui,
Ketua Jurusan PGSD, Ketua
Pelaksana,
Drs.Djariyo,
M. Pd Ismawati
NIP. 195106171981030002 NPM.10120207
Pembantu Rektor III Dosen
Pendamping,
Bidang
Kemahasiswaan,
Drs.
Supriyono PS, M.Si Aryo Andri Nugroho, S.Si.,M.Pd.
NIP. 196000521988031001 NPP. 118401334
A.
JUDUL PROGRAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CLUWUK KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG DALAM
PENGOLAHAN UBI UNGU (Ipomoea Batatas Poir) MENJADI BISKUIT BETA KAROTEN DAN SIRUP KAYA VITAMIN A
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Ubi ungu (Ipomoea Batatas Poir) merupakan jenis tanaman herba dari kelas Magnoliopsida, yang berarti
tumbuhan yang bentuknya menyerupai corong atau terompet/ lonceng, dan memiliki
panjang ± 5 m (Syamsul dan Hutapea, 1991). Secara rinci, klasifikasinya
sebagai berikut.
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo :
Solanales
Family : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies :
Ipomoea batatas Poir
Gambar 1. Tanaman Ubi Ungu
Ubi ungu memiliki batang yang
berbentuk bulat, bergetah, dan beruas-ruas. Daunnya berupa daun tunggal yang bertangkai, dengan ujung yang runcing dan tepi rata. Bunga berbentuk menyerupai terompet
dan tumbuh di ketiak daun, kelopaknya seperti lonceng, dengan mahkota bunga
yang bentuknya corong (Syamsul dan Hutapea, 1991).
Ubi ungu merupakan sumber karbohidrat dan sumber
kalori yang cukup tinggi. Selain itu, ubi jenis ini juga
berfungsi sebagai sumber vitamin dan mineral. Vitamin yang terkandung
dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar diantaranya
adalah zat besi
(Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca) (Astiti, 2008).
Berikut ini adalah tabel perbandingan kandungan
gizi yang ada pada ubi ungu dan ubi merah.
Tabel 1. Perbandingan Kandungan Gizi
No.
|
Zat Gizi
|
Ubi Ungu
|
Ubi Merah
|
1
|
Kalori (kkal)
|
123 kkal
|
-
|
2
|
Protein
|
1,8 g
|
1,8 g
|
3
|
Lemak
|
0,7 g
|
0,7 g
|
4
|
Karbohidrat
|
27,9 g
|
27,9 g
|
5
|
Kalsium
|
30 mg
|
49 mg
|
6
|
Fosfor
|
49 mg
|
-
|
7
|
Besi
|
0,7 mg
|
-
|
8
|
Vitamin A
|
7.700 mg
|
2.310 mcg
|
9
|
Vitamin B1
|
22 mg
|
-
|
10
|
Vitamin C
|
20,09 mg
|
20 mg
|
11
|
Mineral
|
-
|
1,1 g
|
Ubi jalar ungu ini juga mengandung
suatu senyawa yang disebut anthosianin. Anthosianin
merupakan sekelompok zat warna berwarna kemerahan yang larut dalam air dan
tersebar luas di dunia tumbuh-tumbuhan. Antosianin bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena dapat berfungsi sebagai
antioksidan, antihipertensi, dan pencegah gangguan fungsi hati, jantung
koroner, kanker, dan penyakit-penyakit degeneratif, seperti arteosklerosis. Antosianin
juga mampu menghalangi laju perusakan sel radikal bebas akibat Nikotin, polusi
udara, dan bahan kimia lainnya. Antosianin berperan
dalam mencegah terjadinya penuaan, kemerosotan daya ingat dan kepikunan, polyp,
asam urat, penderita sakit maag (asam lambung). Selain itu, antosianin juga
memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik) (Astiti, 2008).
Selain itu, ubi ungu juga mengandung betakaroten yang tinggi. Betakaroten merupakan bahan
pembentuk vitamin A dalam tubuh. Makin pekat warna jingganya, makin tinggi
kadar betakarotennya. Betakaroten sebagai provitamin A pada ubi jalar ungu berkhasiat sebagai
"obat mata" dan dapat mencegah stroke. Manfaat lain ubi jalar ungu mengendalikan produksi
hormon melatonin yang dihasilkan oleh kelenjar pineal di dalam otak. Melatonin
merupakan antioksidan handal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak, sekaligus mereparasinya
jika ada kerusakan. Sehingga, dengan rajin makan ubi jalar ungu, ketajaman daya
ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga. Keterbatasan produksi
melatonin berbuntut menurunkan produksi hormon endokrin sehingga sistem
kekebalan tubuh merosot. Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan
mempercepat laju proses penuaan (Arimbawa, 2008).
Ubi adalah salah satu jenis bahan makanan yang sudah
sangat merakyat dan melimpah keberadaannya di Indonesia, termasuk bagi warga
Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Selama ini, ubi hanya diolah dengan cara dibuat kripik, dikukus, digoreng,
dan dibakar. Kebayakan dari cara pengolahan tersebut tergolong sangat sederhana dan
masyarakat sendiri belum mengetahui manfaat dari zat-zat yang terkandung dalam
ubi tersebut.
Untuk itulah diperlukan suatu
inovasi baru untuk mengolah ubi ungu yang kaya antioksidan dan beta keroten ini
agar bisa memiliki nilai gizi yang tinggi dan dapat meningkatkan kondisi
perekonomian petani setempat. Dan salah satu caranya adalah dengan mengolah ubi
ungu menjadi sirup antioksidan dan biskuit beta karoten.
Walaupun sekarang ini sudah banyak
produk biskuit dan sirup yang beredar di pasaran, tetapi kwalitas dan mutu sirup dan biskuit ubi
ungu inipun tidak kalah bila dibandingkan dengan sirup yang telah ada di
pasaran. Selain itu, sirup dan biskuit
ubi ungu juga bermanfaat untuk mengobati penyakit hati (liver).
A.
RUMUSAN PERMASALAHAN
Setelah melihat apa yang dipaparkan
pada latar belakang masalah, dapat diketahui bahwa kurangnya pengetahuan petani
di Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang tentang cara mengolah ubi ungu agar memiliki nilai gizi
dan nilai jual yang lebih tinggi,
merupakan alasan dilakukannya kegiatan PKMM ini, dengan rumusan masalah sebagai
berikut :
1.
Bagaimana
cara mengolah ubi ungu menjadi biskuit beta karoten dan
sirup kaya vitamin A agar
memiliki nilai gizi dan nilai jual yang lebih tinggi?
2.
Bagaimana
cara memberikan pengarahan terhadap masyarakat Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang agar dapat mengolah ubi
ungu menjadi biskuit
beta karoten dan sirup kaya vitamin A yang
nantinya dapat dijadikan sebagai peluang bisnis bagi masyarakat setempat?
B.
TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan dari program ini,
antara lain :
1.
Mengubah ubi ungu menjadi produk berupa biskuit beta karoten dan sirup kaya vitamin A yang memiliki nilai gizi dan nilai jual yang
tinggi.
2.
Meningkatkan
keterampilan petani di Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
3.
Membuka
peluang bisnis bagi masyarakat dan menumbuhkan jiwa pengabdian mahasiswa kepada
masyarakat.
C.
LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dalam program
ini, yaitu :
1.
Terciptanya
produk berupa biskuit betakaroten dan sirup kaya
vitamin A yang memiliki gizi tinggi.
2.
Peningkatan
kesejahteraan masyarakat di Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
3.
Tumbuhnya jiwa pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat.
D.
KEGUNAAN PROGRAM
Program PKMM ini memiliki beberapa kegunaan, yaitu
:
1. Membantu dan meningkatkan keterampilan
masyarakat Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang agar dapat mengolah
ubi ungu menjadi biskuit beta kroten dan sirup kaya vitamin A.
2.
Mengaplikasikan ilmu yang dimiliki mahasiswa untuk membantu
masyarakat.
3.
Membuka peluang bisnis bagi
masyarakat
E.
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Sebagai salah satu daerah agraris
di Indonesia, Kabupaten Batang memiliki potensi yang cukup tinggi dalam hal
pertanian, karena itulah kebanyakan masyarakat di Kabupaten Batang, misalnya di Desa Cluwuk Kecamatan Tulis banyak yang menjadi petani. Lahan pertanian tersebut banyak ditanami
bahan-bahan pangan seperti padi, ketela pohon, ubi ungu, dan sayur-sayuran.
Secara geografis, lokasi Desa Cluwuk
sangat terpencil yang jauh dari desa lain. Setelah ±1 km yang melewati hutan
dan persawahan, baru akan menjumpai desa Kebumen yang terletak di sebelah Barat
Desa Cluwuk. Di sebelah utara akan dijumpai Desa Sijo dengan jarak ±1,5 km yang
melewati persawahan dan hutan jati. Di sebelah Timur akan dijumpai Desa
Durenombo dengan jarak ±2 km yang melewati kebun karet. Dan di sebelah selatan hanya ada lahan persawahan
dan perkebunan karet. Dengan banyaknya sawah yang
ada di daerah ini membuat warga di sini sebagian besar bekerja sebagai petani.
Bahkan, dari data yang diperoleh di kantor balai desa setempat menunjukkan
bahwa di Desa Cluwuk terdapat kurang lebih 150 orang petani dan 110 orang buruh tani, yang kesemuanya terbagi dalam
2 kelompok tani. Tiap kelompok tani ini diketuai oleh Bapak Suyitno dan Bapak Darsuni.
Lahan pertanian tersebut sebagian besar ditanami
bahan pangan, salah satunya ubi ungu. Biasanya masyarakat menanamnya di musim
penghujan yakni antara bulan September hingga April, dan kemudian ubi ungu siap
dipanen pada usia 4 bulan. Pada dasarnya ubi ungu hanya dipandang sebagai makanan yang tradisional, padahal ubi ungu dapat menjadi sesuatu yang lebih bervariatif untuk
dikonsumsi bahkan layak juga untuk dijadikan peluang usaha. Seperti halnya
sebagai bahan baku pembuatan sirup dan biskuit. Namun, pengetahuan masyarakat Desa Cluwuk yang masih kurang
akan manfaat ubi ungu, menjadikan ubi ungu tidak bernilai lebih selain sebagai makanan
tradisional yang monoton.
Untuk itulah, diperlukan adanya
suatu peningkatan pengetahuan dan wawasan melalui pengarahan kepada masyarakat Desa Cluwuk tentang bagaimana mengolah ubi ungu agar memiliki
manfaat yang lebih dan tidak hanya menjadi sebatas makanan
tradisional yang monoton. Misalnya
dengan mengolah ubi ungu menjadi sirup dan biskuit.
Diolahnya ubi
ungu menjadi sirup
dan biskuit, dapat membawa angin
segar bagi masyarakat dalam pemanfaatan ubi ungu menjadi makanan yang lebih
bervariatif,
menarik serta mampu membuka peluang
usaha bisnis baru bagi masyarakat setempat.
F.
METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat ini
terbagi menjadi tiga tahap, yaitu : (1) Tahap Persiapan (2) Tahap Pelaksanaan
dan (3) Tahap Monitoring.
Pada tahap
persiapan meliputi perijinan pelatihan, persiapan tempat untuk pelatihan, persiapan bahan dan
perlengkapan untuk pelatihan.
1.
Biskuit Beta Karoten
a.
Alat dan Bahan yang perlu
digunakan meliputi :
Alat : Panci,
Alat Pengaduk, Oven, Loyang, Mangkok, Cetakan Biskuit
sesuai selera, dan Toples yang telah disterilkan
Bahan : Tepung Ubi Ungu (siap pakai ), Susu
Formula Lanjutan, Mentega, Telur, Gula Halus, Vanili, dan Garam
b.
Cara Kerja
1)
Campur tepung ubi dan susu, aduk rata.
2)
Kocok telur dan mentega hingga halus.
3)
Campur dengan tepung ubi dan susu, aduk rata.
4)
Cetak sesuai selera.
5)
Panggang selama 20 menit pada suhu 1800C. Apabila
sudah matang dan dingin, masukkan dan ditata semenarik mungkin ke dalam toples
yang telah disterilkan dengan cara dipanaskan dalam oven listrik atau oven api
pada suhu 100°c selama 2 jam.
Berikut
Skema Pembuatan Biskuit Beta Karoten :
![]() |
Gambar 2. Skema
Pembuatan Biskuit Betakaroten
2.
Sirup Kaya Vitamin A
a.
Alat dan
Bahan yang perlu digunakan meliputi :
Alat : Blender, Pisau, Panci, Baskom, Alat Pengaduk, Corong, Penyaring, Botol dan Tutup yang telah disterilkan
Bahan : Ubi
Ungu, Gula Halus, Asam Sitrat, Garam, dan Air.
b.
Cara Kerja
1)
Cuci ubi ungu sampai bersih, lalu dipotong dengan ukuran 1-2
cm.
2)
Kukus ubi sampai seluruh permukaannya berwarna ungu (5
menit).
3)
Potongan ubi ungu dikupas kulitnya dan diblender dengan
sedikit air.
4)
Saring dengan kain saring sehingga diperoleh cairan ubi yang
berwarna ungu.
5)
Campurkan dengan gula pasir, dimasak sampai mendidih.
Selanjutnya masukkan asam sitrat.
6)
Sirup siap dikemas dalam botol yang telah disterilkan dengan
cara botol dipanaskan dalam oven api pada suhu 100°c selama 2 jam.
Berikut
Skema Pembuatan Sirup Kaya Vitamin A :
![]() |
Gambar 3. Skema Pembuatan Sirup Kaya Vitamin A
Pada tahap kedua yaitu tahap
pelaksanaan yang meliputi penyuluhan dan sosialisasi serta pelatihan langsung,
yang akan dilaksanakan di Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Kegiatan pelatihan pembuatan Sirup dan biskuit ubi ungu ini akan bekerjasama dengan masyarakat Desa Cluwuk, serta turut melibatkan peran dari ibu-ibu PKK di desa ini. Dengan pembagian
peran yaitu masyarakat akan membantu memanen ubi ungu yang ada di kebun yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan biskuit beta karoten dan sirup kaya vitamin A. Untuk selanjutnya tim pelaksana akan
mengumpulkan ibu-ibu pengurus PKK yang berjumlah 27 orang untuk memberikan pengarahan serta
mengajarkan cara mengolah ubi ungu menjadi biskuit beta karoten dan sirup kaya vitamin A. Dan setelah dirasa cukup mengerti dan dapat mempraktikan
sendiri, para ibu-ibu pengurus PKK tadi akan mengajarkan apa yang sudah diterimanya selama
proses pelatihan kepada ibu-ibu anggota PKK lainnya di Desa Cluwuk.
Pada tahap ketiga (monitoring), peserta dipandu oleh
tim pelaksana PKMM dan tim evaluasi dari pusat dalam kegiatan pelatihan
pembuatan biskuit beta karoten dan sirup kaya vitamin A. Serta evaluasi hasil yang telah dilaksanakan
selama pelatihan. Setelah itu dilaksanakan penyusunan dan penyerahan laporan
oleh tim pelaksana kepada tim pemantau/ evaluator dari pusat.
G.
JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Program Kreativitas Mahasiswa ini
direncanakan dalam waktu 4 bulan pada tahun 2012. Perkiraan waktu dan pokok program pengabdian ini
disajikan pada Tabel 2 di bawah ini:
Tabel 2. Jadwal Kegiatan
No
|
Kegiatan
|
Bulan
|
|||
I
|
II
|
III
|
IV
|
||
1.
|
Perijinan, Perjanjian, Persiapan tempat, dan Perlengkapan
|
ü
|
|||
2.
|
Penyuluhan kepada masyarakat
dan pelatihan pembuatan sirup
dan biskuit ubi ungu
|
ü
|
|||
3.
|
Produksi sirup dan biskuit ubi ungu oleh masyarakat dan pengkaderan
|
ü
|
ü
|
||
4.
|
Pemantauan, evaluasi, dan
penyusunan laporan
|
ü
|
|||
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) akan
melakukan beberapa kegiatan pasca pelaksanaan sebagai bentuk rasa tanggungjawab
kami dari kegiatan PKMM ini. Pemantauan dan pengawasan terjadwal akan kami
lakukan meskipun masa program PKMM ini telah usai. (selama 2 bulan program PKMM).
Harapan kami setelah program PKMM
selesai, masyarakat mempunyai keahlian dalam mengolah ubi
ungu menjadi biskuit
beta karoten dan sirup kaya vitamin A yang mempunyai nilai gizi dan nilai jual yang lebih
tinggi. Oleh karena itu, kami akan
melatih dan mengkader beberapa masyarakat yang mengikuti pelatihan pembuatan ubi ungu tersebut.
Upaya-upaya tersebut kami lakukan agar tetap terjalinnya
silahturahmi antara tim PKMM dengan pihak mitra yaitu masyarakat Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, sebagai wujud
pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
H.
RANCANGAN BIAYA
No.
|
Nama
Barang
|
Satuan
(Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
|
A.
|
Biaya Penyuluhan
|
|||
1.
|
Whiteboard
|
@ 35.000 X 1 buah
|
35.000
|
|
2.
|
Spidol
Boardmarker
|
@ 4.500 X 4 buah
|
18.000
|
|
3.
|
Penghapus
|
@ 3.500 X 2 buah
|
7.000
|
|
4.
|
Pembuatan
Modul
|
@ 5.000 X 30 buah
|
150.000
|
|
5.
|
Gunting
|
@ 4.500 X 2 buah
|
9.000
|
|
6.
|
Buku
Tulis
|
@ 1.500 X 30 buah
|
45.000
|
|
7.
|
Bolpoint
|
@ 12.500
X 3 pack
|
37.500
|
|
8.
|
Penggaris
Kayu
|
@ 7.500 X 1 buah
|
7.500
|
|
9.
|
Konsumsi
Penyuluhan Pelatihan (3 bulan)
|
500.000
|
||
Jumlah Biaya Penyuluhan
|
809.000
|
|||
B.
|
Biaya Praktek Lapangan
|
|||
1.
|
Telor
|
@
12.500 X 10 kg
|
85.000
|
|
2.
|
Ubi
Ungu
|
@ 3.500 X 40 kg
|
140.000
|
|
3.
|
Garam
|
@ 1.500 X 5 bungkus
|
7.500
|
|
4.
|
Gula pasir
|
@ 10.000 X 5 kg
|
50.000
|
|
5.
|
Tepung
Terigu
|
@ 9.500 X 8 kg
|
76.000
|
|
6.
|
Baking
Powder
|
@ 8.000 X 1 kg
|
8.000
|
|
7.
|
Room
Butter / mentega
|
@ 9.000 X 1 kg
|
9.000
|
|
8.
|
Vanili
|
@ 5.000 X 3 kg
|
15.000
|
|
9.
|
Gula
Halus
|
@ 7.000 X 14 kg
|
98.000
|
|
10.
|
Sewa
Oven
|
@
50.000 X 3 buah X 3 bulan
|
450.000
|
|
11.
|
Cetakan biskuit
|
@ 500 X 50 buah
|
25.000
|
|
12.
|
Loyang
|
@
25.000 X 8 buah
|
200.000
|
|
13.
|
Pisau
|
@ 7.500 X 12 buah
|
90.000
|
|
14.
|
Panci
|
@
75.000 X 6 buah
|
450.000
|
|
15.
|
Solet
/ Pengaduk
|
@ 2.000 X 6 buah
|
12.000
|
|
16.
|
Blender
|
@120.000
X 3 buah
|
360.000
|
|
17.
|
Penyaring
& Kain saring
|
@
10.000 X 6 buah
|
60.000
|
|
18.
|
Botol
& tutup
|
@ 2.000 X 40 buah
|
80.000
|
|
19.
|
Susu formula lanjutan
|
@ 18.000 X 5 pak
|
90.000
|
|
20.
|
Baskom
|
@
10.000 X 8 buah
|
80.000
|
|
21.
|
Ember
|
@
20.000 X 8 buah
|
160.000
|
|
22.
|
Sewa
Kompor Gas
|
@
75.000 X 6 buah X 3 bulan
|
1.350.000
|
|
23.
|
Gas
LPG
|
@
13.500 X 25 kali isi ulang
|
337.500
|
|
24.
|
Asam sitrat
|
@ 4.000 X 15 ons
|
60.000
|
|
25.
|
Corong
|
@ 3.000 X 6
|
18.000
|
|
26.
|
Toples
|
@ 7.500 X 6 buah
|
45.000
|
|
27.
|
Timbangan
|
@
50.000 X 1 buah
|
50.000
|
|
Jumlah
Biaya Praktek Lapangan
|
4.371.000
|
|||
C.
|
Akomodasi
|
|||
1.
|
Transportasi
|
200.000
|
||
2.
|
Komunikasi
|
100.000
|
||
3.
|
Humas
|
100.000
|
||
Jumlah
Biaya Akomodasi
|
400.000
|
|||
D.
|
Biaya Lain – Lain
|
|||
1.
|
Sewa
Tempat Pelatihan
|
@100.000 X 3 bulan
|
300.000
|
|
2.
|
Sewa
Kursi
|
@ 2.500 X 40 Buah
|
100.000
|
|
3.
|
HVS
Kuarto
|
@ 35.000 X 2 rim
|
70.000
|
|
4.
|
Tinta
Printer
|
@ 20.000 X 3 buah
|
60.000
|
|
5.
|
Dokumentasi
|
100.000
|
||
Jumlah Biaya Lain-lain
|
630.000
|
|||
E.
|
Penyusunan Proposal dan Laporan
|
|||
1.
|
Pembuatan
dan penggandaan proposal
|
100.000
|
||
2.
|
Pembuatan
laporan hasil PKM
|
100.000
|
||
3.
|
Catridge
|
150.000
|
||
4.
|
Flasdisk
1 GB
|
75.000
|
||
Jumlah Biaya Penyusunan Proposal dan Laporan
|
425.000
|
|||
Total Biaya Keseluruhan
|
6.635.000
|
|||
I.
Lampiran
1.
Daftar riwayat
hidup ketua kelompok, anggota kelompok, dan dosen pendamping.
2.
Denah lokasi
Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
3.
Surat
pernyataan kerjasama antara masyarakat Desa Cluwuk dengan pelaksana program
PKMM.
Lampiran 1 : Biodata Kelompok
1.
Ketua Kelompok
Nama : Ismawati
Tempat,
Tanggal Lahir : Batang, 16 Juni 1992
Agama : Islam
Status : Mahasiswa
Jenis
Kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Cluwuk, Rt / Rw: 03 / 01, Kec. Tulis, Kab. Batang
No. Hp No. Hp : 085641531592
Semarang,
7 Oktober 2011
Ismawati
NPM. 10120207
2.
Anggota Kelompok
a.
Nama : Lutfi Qudsiyah
Tempat, Tanggal
Lahir : Demak, 20 Agustus 1990
Agama : Islam
Status : Mahasiswa
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Bango, Rt/ Rw 01/04 Kecamatan Demak, Kabupaten Demak
No. Hp : 085325037633
Semarang, 7 Oktober 2011
Lutfi
Qudsiyah
NPM. 08320357
b.
Nama : Miftakhul Novita
Tempat, Tanggal
Lahir : Pekalongan, 10 Februari 1990
Agama : Islam
Status : Mahasiswa
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Kwagean
Gending, Rt/Rw 02/01 No. 68,
Wonopringgo, Pekalongan
No. Hp : 085640268400
Semarang, 7 Oktober 2011
Miftakhul
Novita
NPM. 08320360
c.
Nama : Siti Asmaul Khusna
Tempat, Tanggal
Lahir : Kendal,
22 Juli 1988
Agama : Islam
Status : Mahasiswa
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Sumbersari, Rt / Rw 01 / 02, Kec. Ngampel, Kab. Kendal
No. Hp : 087832503983
Semarang,
7 Oktober 2011
Siti
Asmaul Khusna
NPM. 06310393
DAFTAR RIWAYAT HIDUP DOSEN
PENDAMPING
Nama :
Aryo Andri Nugroho.,S.Si. M.Pd
Tempat,
Tanggal Lahir :
Brebes, 18 Maret 1984
Agama :
Islam
Jenis
Kelamin :
laki-laki
Alamat
: Jl. Raya Bulakamba No.171
No. Hp :
085640304437
Pendidikan
Formal :
·
2011 sampai sekarang : Dosen IKIP PGRI
Semarang
·
2008 – 2010 : S2 UNNES
·
2003 – 2007 : S1 UNNES
·
1999 – 2002 : SMA
Negeri 2 Brebes
·
1996 – 1999 : SMP
Negeri 2 Brebes
·
1990 – 1996 : SD
Negeri 01 Bulakamba
Hobi :
Berenang, Naik gunung
Motto :
Jangan mudah menyerah
Semarang, 7 Oktober 2011
Aryo Andri Nugroho,
S.Si.,M.Pd.
NPP.118401334
|
|||
![]() |
|||



Tidak ada komentar:
Posting Komentar